Sabtu, 15 Juni 2019

Jadilah sebaik-baiknya madrasah

Bismillah....

sering kita dengar sebuah pepatah yang mengatakan "Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya"

Siapa Ibu Itu?
Ibu adalah sebutan untuk orang tua perempuan, ada yang memanggil ibu, bunda, umi, umma dan lain sebagainya. Allah menciptakan perempuan dengan sangat istimewa dan Islam sangat memuliakan perempuan.
Allah menitipkan rahim kepada perempuan, dengan sebab itu perempuan sifat perempuan dominan lemah lembut dan penyayang dan mudah peka. Selain itu, rahim adalah tempat tumbuh benih manusia selanjutnya. Janin hidup dan tumbuh didalam rahim selama 9 bulan, rahim mengikuti segala perkembangan fase perubahan psikologi si ibu, makanan yang dimakan ibu, perasaan, dsb semua dirasakan oleh janin. Ketika masa kehamilan ini pendidikan yg baik sangat penting unk diaplikasikan, pendidikan agama yang paling utama, dengan membiasakan si ibu melakukan yang baik, berkata dengan ucapan yang baik, melaksakan ibadah2 sunat, memperbanyak membaca alquran, membaca buku2 parenting sebagai bekal ilmu agar dapat melakukan peran orang tua yg sejati.
Dengan demikian menikah bukanlah perkara yang mudah, bukan hanya untuk mewujudkan cinta yg ada, tetapi menikah mencipatkan generasi yg rabbani.
Sebagai madrasah pertama maka seorang ibu harus menanamkan pendidikan yg paling mendasar kepada anak. Mengajarkan anak pendidikan tauhid/akidah bagaimana seorang ibu mengenalkan Allah kepada anak, mengajarkan anak beribadah, mengajarkan anak mengenal huruf hijaiyah dan membaca alquran, yg intinya mengajarkan dan menanamkan pondasi agama yg kuat kepada anak.

Miris hati ketika ada ibu2 yg pendidikan agam dasar tidak begitu paham,... Mohon maaf... Ada yg tdk bisa membaca alquran dengan benar, sifat2 Allah dan Rasul, nama malaikat, bacaan shalat yg belm benar... Pertanyaannya jika itu kita tdk bisa, apa yg akan diajarkan keanak????

Jawabannya gampang...
Anak tinggal disekolahkan saja, di antarkan ketempat oengajian. Disana ada guru yg mengajarkan mereka, dewasa ini pun sdh banyak dan sdh familiar pendidikan unk anak usia dini..

Ingatlah yang bahwa pendidikan yg paling berpengaruh kepada anak adalah pendidikan informal(keluarga), karena anak banyak menghabiskan waktu dirumahnya dibandingkan sekolah, sekolah hanya 8 jam maksimal unk jenjang menengah atasa, 3 jam maksimal unk lembaga pendidikan anak usia dini.
Selebihnya anak sama siapa???
Tercoverkah pendidikan yg efektif kepada anak jika hanya mengandalkan pendidikan formal???

Tentu tidak,,, oleh sebab itu ibu harus menjadi sebaik-baiknya madrasah bagi anak.
Cerdas itu tidak perlu harus mengenyam pendidikan yg tinggi, tapi cerdas itu dengan belajar, belajar bisa dimana saja, kapan saja. Dikarenakan menjadi ibu bukan hanya butuh kesiapan mental dan materi saja, tetapi butuh ilmu. Ilmu untuk diri sendiri sebagai bekal menjadi sebaik-baiknya madrasah.
Wallahualam
Yg benar datang dri Allah, yg salh dari saya sendiri.

Rabu, 15 Mei 2019

MUSLIMAH SYARI, BERPRESTASI DAN MENGISPIRASI 
APA BISA?






Sejatinya prestasi bukanlah dilihat dari banyaknya gelar yang menyandang di barisan nama, dan bukan pula dilihat dari banyak piagam yang dipereloh, tapi sejatinya prestasi adalah ketikan kita mampu menjadi orang yang selalu menebar kebaikan dan manfaat walaupun sekecil apapun dengan niat semata-mata mencari keridhaan Allah. Dan menjadikan dunia sebagai ladang mengukir prestasi yang hakiki di mata Allah. Prestasi yang indah adalah ketika apa yang kita cita-citakan dapat beriringan dengan keridhaan Allah.
Ketahuilah wahai Muslimah....

Pakaian syar’i mu tidak akan menghambat kamu untuk beraktivitas, untuk berkarya mengukir prestasi mu. Karena pakaian syar’i adalah pelindungmu yang akan mengantarkan mu pada prestasi yang hakiki dimata Nya dan akan dikenang seluruh penjuru dunia bahkan ketika jasad kita tidak lagi melihat dunia.
Muslimah......
Jika prestasi mu tidak tercatat di dunia, maka catatlah prestasimu dalam hatimu sendiri, dengan mengevaluasi setiap perubahan keseharian kehidupanmu, silahkan abadikan dalam sebuah catatan perjalanan perubahan hidupmu, boleh jadi catatan-catatan perubahan kehidupanmu yang akan mengantarkan kamu meraih prestasi yang gemilang dunia dan akhirat. 

Lakukanlah hal-hal yang kecil yang tidak dilakukan orang lain, dan mulailah dari lingkuNgan yang kecil, tebarlah manfaat untuk oranglain meskipun tidak dihargai, tanpa rasa pantang mundur, jadilah pribadi yang baik. Rasakan jadi muslimah yang mengispirasi meskipun jasad tidak mampu melihat dunia lagi.

SEMOGA MENGISPIRASI...
WALLAHUALAM

MUTIA M.AMIN
Sepenggal materi di acara GMT 1 Lekisma Al-Furqan IAIN Lhokseumawe