Senin, 23 Januari 2017

SURAT CINTA UNTUK AYAH





Pada saat itu aku masih berumur 11 tahun, namun sudah cukup mengerti klo yang sudah pergi itu tak kan pernah kembali lagi, dan tidak akan ada yang bisa mengubahnya, meskipun aku menangis meronta-ronta agar dia dikembalikan itu tidak akan bisa, karena takdirnya sudah sampai.  Ya… hanya 11 tahun  kesempatan bersamanya, dan aku merasakan itu waktu yang sangat singkat. 

Ayah….
Kini 12 tahun sudah berlalu tanpa kehadiranmu, anak gadis mu kini sudah dewasa ayah, kesempatan kita memang tidak lama, tapi engkau akan selalu hidup dihati anakmu, nasihat mu dulu yang sering aku abaikan, kini aku sudah mengerti, ya aku mengerti klo nasihat itu untuk bekal ku menjalan kehidupan ini agr menjadi anak gadis mu yang baik yang bisa ayah banggakan, meskipun pada saat ini aku belum bisa melakukan itu.

Ayah…
Cinta kasih tak dapat kupungkiri, kekhawatiran mu untuk ku sangat berlebihan, tidak ada yng bisa menyakiti aku sedikitpun, ayah.. menjaga dengan penuh tanggungjawab, ktk ak sakit ayah org pertama yg sangat khwatir, aku tau meskipun ayah tak pernah mengungkapkan, peristiwa kecelakaan wktu ak msh kecil hal terpuruk bagi mu, ayah yang siap siaga menjemput aku  dalam menimba ilmu ktk hujan deras, kencangnya tiupan angin dan gelapnya malam tanpa cahaya kecuali lentera kecil yang ayah bawa. Ayah banyak hal yang telah ayah lakukan untuk kami anak-anakmu.  Ayah yang selalu memberikan pelukan hangat dan ketenangan untuk melindungi kami. Dibalik tangan mu yang mulai keriput kami berlindung menyembunyikan telinga kami dari kerasnya dendangan peluru yang hampir setiap hari menghiasi kehidupan kita pada saat itu. Semuanya masih hidup ayah, kenangan itu akan hidup selamanya disisi kami. Mengenangnya pelipur lara ketika rasa rindu ingin bertemu itu menghampiri.

Ayah..
Ayah punya cara sendiri mendidik kami, terkadang kami membenci cara ayah mendidik kami pda saat itu, penuh aturan, tidak bebas seperti  anak-anak lain, mereka bebas berlari, bermain sesuka mereka, kapan mereka pulang. Tetapi itu tdak berlaku untuk anakmu. Ayah.. maafkan aku yang selalu buat ayah marah, kesal dan menyakiti ayah.. karena dulu anak gadismu masih kecil.

Ayah..
Rindu yang tiada tara setiap hari aku rasakan, banyak yang ingin aku ceritakan ayah, terkadang aku cemburu ktk mereka mash bisa bermanja dengan ayahnya, ketika mereka masih bisa bersandar di pundak ayanya menceritakan setiap cerita yang mereka rasakan, dan hal yang paling membuat air mata ini jatuh berlinang ketika aku melihat sakralnya seorang ayah menjabat tangannya dengan laki-laki yang akan meneruskan perjuangannya menjaga putrinya. Ayah, ak tau kamu juga mengimpikan hal yang demikian kan ? aku juga demikian ayah, aku jga mengimpikan hal itu… tapi Ayahh.. takdir Allah itu indah.



Ayah…
Kini usia anak mu seperempat abad, pendidikan anakmu sudah selesai unk sementara, smg Allah memberikan kesempatan unk meneruskan lagi… Ayah... Abng menggatikan tongkat estafet mu dengan sempurna...
Ayah.... Uhibbuka Fillah
Semoga Allah mempertemukan kita kembali bersama berkumpul di SurgaNya... Amiin