Pada saat itu aku masih berumur 11 tahun, namun sudah
cukup mengerti klo yang sudah pergi itu tak kan pernah kembali lagi, dan tidak
akan ada yang bisa mengubahnya, meskipun aku menangis meronta-ronta agar dia
dikembalikan itu tidak akan bisa, karena takdirnya sudah sampai. Ya… hanya 11 tahun kesempatan bersamanya, dan aku merasakan itu
waktu yang sangat singkat.
Ayah….
Kini 12 tahun sudah berlalu tanpa kehadiranmu, anak
gadis mu kini sudah dewasa ayah, kesempatan kita memang tidak lama, tapi engkau
akan selalu hidup dihati anakmu, nasihat mu dulu yang sering aku abaikan, kini
aku sudah mengerti, ya aku mengerti klo nasihat itu untuk bekal ku menjalan
kehidupan ini agr menjadi anak gadis mu yang baik yang bisa ayah banggakan,
meskipun pada saat ini aku belum bisa melakukan itu.
Ayah…
Cinta kasih tak dapat kupungkiri, kekhawatiran mu
untuk ku sangat berlebihan, tidak ada yng bisa menyakiti aku sedikitpun, ayah..
menjaga dengan penuh tanggungjawab, ktk ak sakit ayah org pertama yg sangat
khwatir, aku tau meskipun ayah tak pernah mengungkapkan, peristiwa kecelakaan
wktu ak msh kecil hal terpuruk bagi mu, ayah yang siap siaga menjemput aku dalam menimba ilmu ktk hujan deras, kencangnya
tiupan angin dan gelapnya malam tanpa cahaya kecuali lentera kecil yang ayah
bawa. Ayah banyak hal yang telah ayah lakukan untuk kami anak-anakmu. Ayah yang selalu memberikan pelukan hangat dan
ketenangan untuk melindungi kami. Dibalik tangan mu yang mulai keriput kami
berlindung menyembunyikan telinga
kami dari kerasnya dendangan peluru yang hampir setiap hari menghiasi kehidupan
kita pada saat itu. Semuanya masih hidup ayah, kenangan itu akan hidup
selamanya disisi kami. Mengenangnya pelipur lara ketika rasa rindu ingin
bertemu itu menghampiri.
Ayah..
Ayah punya cara sendiri mendidik kami, terkadang kami
membenci cara ayah mendidik kami pda saat itu, penuh aturan, tidak bebas
seperti anak-anak lain, mereka bebas
berlari, bermain sesuka mereka, kapan mereka pulang. Tetapi itu tdak berlaku
untuk anakmu. Ayah.. maafkan aku yang selalu buat ayah marah, kesal dan
menyakiti ayah.. karena dulu anak gadismu masih kecil.
Ayah..
Rindu yang tiada tara setiap hari aku rasakan, banyak
yang ingin aku ceritakan ayah, terkadang aku cemburu ktk mereka mash bisa
bermanja dengan ayahnya, ketika mereka masih bisa bersandar di pundak ayanya
menceritakan setiap cerita yang mereka rasakan, dan hal yang paling membuat air
mata ini jatuh berlinang ketika aku melihat sakralnya seorang ayah menjabat
tangannya dengan laki-laki yang akan meneruskan perjuangannya menjaga putrinya.
Ayah, ak tau kamu juga mengimpikan hal yang demikian kan ? aku juga demikian
ayah, aku jga mengimpikan hal itu… tapi Ayahh.. takdir Allah itu indah.
Ayah…
Kini usia anak mu
seperempat abad, pendidikan anakmu sudah selesai unk sementara, smg Allah memberikan
kesempatan unk meneruskan lagi… Ayah...
Abng menggatikan tongkat estafet mu dengan sempurna...
Ayah.... Uhibbuka
Fillah
Semoga Allah
mempertemukan kita kembali bersama berkumpul di SurgaNya... Amiin