BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Komunikasi merupakan sarana untuk
terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya
komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah
sebagai makluk social, di antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan,
sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik.
Dalam hubungan seseorang dengan
orang lain tentunya terjadinya proses komunikasi itu tentunya tidak terlepas
dari tujuan yang menjadi topik atau pokok pembahasan, dan juga untuk
tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang
dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi atau berita.
Dalam kenyataannya bahwa proses
komunikasi itu tidak selama lancar , hal terjadi dikarenakan kurangnya
memperhatikan unsur-unsur yang mestinya ada dalam proses komunikasi.
Dari uraian tersebut, bahwa dalam
komunikasi itu perlu diperhatikan mengenai unsure-unsur yang berkaitan dengan
proses komunikasi, baik itu oleh komunikator maupun oleh komunikan, dan juga
bahwa komunikator harus memahami dari tujuan komunikasi.
B.
Rumusan
Masalah
Bagaimana peran teori komunikasi dalam manajemen pendidikan ?
C. Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi
manfaat penulisan dalam makalah ini adalah agar dapat mengetahui bagaimana
peran teori komunikasi dalam manajemen pendidikan
D.
Manfaat
Penulisan
Adapun yang menjadi manfaat
penulisan dalam makalah ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembaca
tentang peranan matematikadan bahasa dalam keilmuan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Pemimpin
Pemimpin
adalah subjek atau pelaku dari unsure-unsur yang terdapat dalam kepemimpinan,
yaitu adanya kekuasaan, pengaruh, kekuatan, dan pemegang tanggung jawab utama
bagi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya. Meskipun tidak semua
pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang sama, secara timbal balik dan
fungsional, kedua konsep tersebut tidak dapat dipisahkan. (Thoha, 1995: 3)
Selanjutnya menurut Lussier yang dikutip
Binner Ambarita, salah satu fungsi dari manajemen adalah leading (memimpin). Leading
merupakan proses mempengaruhi pekerja agar bekerja kearah pencapai tujuan. (
Ambarita, 2013: 274). Pada saat menjalankan fungsi manajer harus
mengkomunikasikan tujuan dan memotivasi pekerja untuk mencapainya baik secara
individual maupun dalam tim. Jadi dengan demikian keberhasilan manajer dalam
menjalankan fungsi kepemimpinannya didukung oleh kemampuan komunikasi dan
kemampuan memotivasi.
Dalam prose interaksi antara
individu yang satu dengan yang lainya terjadi komunikasi dalam rangka
penyampaian informasi. Menurut Oteng Sutisna dalam (1983 : 190) mengemuakakan
bahwa “Komunikasi ialah proses menyalurkan informasi, ide, penjeleasan,
perasaan, pertanyaan dari orang ke orang lain atau dari kelompok ke kelompok.
Ia adalah proses interaksi antara orang-orang atau kelompok-kelompok yang
ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang-orang dan
kelompok-kelompok di dalam suatu organisasi”
Selanjutnya menurut Aristoteles
yang dikutif oleh Marsetio Donosepoetro mengartikan “Rhetoric dengan
komunikasi, yang artinya sebagai segala usaha dan kemampuan seseorang untuk
persuasi” (Donosepoetro,1982:35)
Berdasarkan dari pengertian
tersebut, jelaslah bahwa dalam setiap hubungan antara orang-orang atau
kelompok-kelompok akan terjadinya komunikasi dengan maksud untuk mencapai suatu
tujuan, baik itu dalam bentuk informasi atau berita maupun yang sifatnya
berkaitan dengan pribadi dalam mengutarakan perasaan pribadi, gagasan, dan ide
kepada orang lain.dan komunikasi juga sebagai usaha yang dilakukan oleh
seseorang dengan tidak terlepas dari kemampuan yang dimilikinya untuk
berkomunikasi terhadap orang lain di dalam menyampaikan tujuan yang diinginkan.
Dengan demikian bahwa komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses
yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang yang menjadi lawan
bicara atau lawan untuk berkomunikasi.
B. Tujuan dan Unsur-Unsur
Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu yang sangat pokok dalam setiap hubungan orang-orang,
begitu pula dalam suatu organisasi terjadinya komunikasi tentunya ada tujuan
yang ingin dicapai. Hal sesuai dengan pendapat Maman Ukas (1999:314-315) Mengemukakan
tujuan komunikasi sebagai berikut :
1. Menentapkan dan menyebarkan
maksud dari pada suatu usaha.
2. Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai
tujuan.
3. Mengorganisasikan sumber-sumber
daya manusia dan sumber daya lainnya
seperti efektif dan efisien.
4. Memilih, mengembangkan, menilai anggota organisasi.
5. Memimpin, mengarahkan, memotivasi
dan menciptakan suatu iklim kerja di mana setiap orang mau memberikan kontribusi.
Selanjutnya Oteng Sutisna
(1983:192) Mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi tentunya memerlukan
unsur-unsur komunikasi, yaitu :
1. Harus ada suatu sumber, yaitu
seorang komunikator yang mempunyai sejumlah kebutuhan, ide atau infromasi untuk
diberikan.
2. Harus ada suatu maksud yang
hendak dicapai, yang umumnya bias dinyatakan dalam kata-kata permbuatan yang
oleh komunikasi diharapkan akan dicapai.
3. Suatu berita dalam suatu bentuk
diperlukan untuk menyatakan fakta, perasaan, atau ide yang dimaksud untuk
membangkitkan respon dipihak orang-orang kepada siapa berita itu idtujukan.
4. Harus ada suatu saluran yang
menghubungkan sumber berita dengan penerima berita.
5. Harus ada penerima berita.
Akhirnya harus ada umpan balik atau respon dipihak penerima berita. Umpan balik
memungkinkan sumber berita untuk mengetahui apakah berita itu telah diterima
dan dinterprestasikan dengan betul atau tidak.
Berdasarkan dari unsure-unsur
tersebut, jelaslah bahwa dalam kegiatan komunikasi itu di dalamnya terdapat
unsure-unsur yang ada dalam komunikasi, baik itu unsur sumber yang merupakan
sebagai komunikator yang memiliki informasi atau berita yang akan disapaikan
terhadap penerima informasi dengan melalui atau menggunakan saluran atau media
komunikasi, antar unsur yang satu dengan yang lainnya jelas sekali adanya suatu
keterkaitan, dan apabila salah satu unsur itu tidak ada kemungkinan proses
komunikasi akan mengalami hambatan.
C. Fungsi-fungsi Komunikasi
Sesuai dengan tujuan dari
komunikasi, maka dalam suatu organisasi komunikasi mempunyai beberapa fungsi.
Hal ini sebagaimana menurut Maman Ukas (1999: 315) bahwa fungsi komunikasi
adalah :
1. Fungsi informasi
2. Fungsi komando akan perintah
3. Fungsi mempengaruhi dan penyaluran
4. Fungsi integrasi
Dari fungsi komunikasi tersebut,
bahwa fungsi informasi, dengan melalui komunikasi maka apa yang ingin
disampaikan oleh narasumber atau pemimpin kepada bawahannya dapat diberikan
dalam bentuk lisan ataupun tertulis. Melalui lisan manajer atau pemimpin dengan
bawahan dapat berdialog langsung dalam menyampaikan gagasan dan ide.
Fungsi komando akan perintah
tentunya berkaitan dengan kekuasaan, di mana kekuasaan orang adalah hak untuk
memberi perintah kepada bawahan di mana para bawahan tunduk dan taat dan
disiplin dalam menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Suatu perintah
akan berisikan aba-aba untuk pelaksanaan kerja yang harus dipahami dan
dimengerti serta yang dijalankan oleh bawahan. Dengan perintah terjadi hubungan
atasan dan bawhaan sebagai yang diberikan tugas.
Dalam fungsi pengaruh berarti
memasukan unsure-unsur yang meyakinkan dari pada atasan baik bersifat motivasi
maupun bimbingan, sehingga bawahan merasa berkewajiban harus menjalankan
pekerjaan atau tugas yang harus dilaksanakannya. Dan dalam mepengaruhi bahwa
komunikator harus luwes untuk melihat situasi dan kondisi di mana bawahan akan
diberikan tugas dan tanggung jawab, sehingga tidak merasa bahwa sebenarnya apa
yang dilakukan bawahannya itu merupakan beban, ia akan merasakan tugas dan
tanggung jawab.
Pada fungsi integrasi bahwa
organisasi sebagai suatu sistem harus berintegrasi dalam satu total kesatuan
yang saling berkaitan dan semua urusan satu sama lain tak dapat dipisahkan,
oleh karena itu orang-orang yang berada dalam suatu organisasi atau kelompok
merupakan suatu kesatuan sistem, di mana seseorang itu akan saling berhubungan
dan saling memberikan pengaruh kepada satu sama lain dalam rangka terciptanya
suatu proses komunikasi untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.
D. Efektivitas
Proses Komunikasi dalam Manajemen Pendidikan
Dalam prosesnya bahwa komunikasi
merupakan suatu proses social untuk mentranmisikan atau menyampaikan perasaan
atau informasi baik yang berupa ide-ide atau gagasan-gagasan dalam rangka
mempengaruhi orang lian. Agar komunikasi berjalan efektif, komunikator hendaknya
mampu mengatur aliran pemberitaan ke tiga arah, yakni ke bawah, ke atas, ke
samping atau mendatar. Bagi setiap orang atau kelompok dalam organisasi
hendaknya mungkin untuk berkomunikasi dengan setiap orang atau kelompok lain,
dan untuk menenrima respon sikap, itu diminta oleh komuniktor.
Menurut Marsetio Donosepoetro
(1982: 37) mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi ada beberapa ketentuan,
antara lain :
1. Karena komunikasi mempunyai suatu
maksud, maka suatu messege atau stimulus selalu ditujukan kepada sekumpulan
orang tertentu. Ini disebut penerima yang terntetu.
2. Komunikator berkeinginan
menimbulkan suatu respon kepada penerima yang sesuai dengan maksud yang
dibawakan oleh messege atau stimulus tertentu.
3. Suatu komunikasi dinyatakan
berhasil jika respon yang timbul pada penerima, sesuai dengan maksud
komunikasi.
Dalam melaksanakan suatu program
pendidikan aktivitas menyebarkan, menyampaikan gagasan-gagasan dan
maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sangat penting. Proses komunikasi
dalam menyampaikan suatu tujuan lebih dari pada sekedar menyalurkan
pikiran-pikiran atau gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau
tertulis.
Komunikasi secara lisan pada
umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara
tertulis. Demikian pula komunikasi secara informal dan secara formal
mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.
Terjadinya proses komunikasi
dalam organisasi atau lembaga itu imb terjadi secara formal maupun secara informal,
sebagai mana menurut Oteng Sutisna (1983: 195) mengemukan bahwa “Komunikasi
formal terjadi, dalam memilih informasi untuk keperluan pelaporan, penyimpangan
bias dengan mudah menyelinap. Selanjutnya biasanya orang ingin mendengar
laporan-laporan yang menyenangkan. Akibatnya ialah sering pemindahan informasi
yang diperindah atau dibiaskan.”
Dalam struktur komunikasi harus
adanya suatu jaminan informasi dan pikiran-pikiran akan mengalir bebas ke semua
arah yang diperlukan, baik itu ke bawah, ke atas, dann ke samping. Satu saluran
komunikasi formal tertentu atau lebih imbal dari setiap personal atau anggota
adalah perlu. Saluran-saluran itu hendaknya perlu dipahami oleh setiap anggota.
Garis-garis komunikasi hendaknya dibuat sependek dan selangsung mungkin.
Hendaknya mungkin bagi semua anggota untuk bertindak sebagai sumber komunikasi
maupun sebagai penerima.
Selanjutnya menurut Maman Ukas
(1999: 317) bahwa “Komunikasi informal adalah komunikasi yang tidak resmi dan
terjadinya pada saat organisasi saling bertukar pikiran, saran ide, atau
informasi secara pribadi.Komunikasi informal ini tentunya dengan cara melakukan
pendekatan secara kekeluargaan atau hubungan imbal tidak secara formal.
Menurut Oteng Sutisna bahwa (1983:
197)“Sistem komunikasi informal menyalurkan informasi dan pikiran-pikiran
penting yang tak terpikirkan orang untuk disalurkan secara formal, memupuk
ikatan dan persahabatan yang membantu bagi hubungan-hubungan imbal yang baik.”
Jika komunikator menaruh
perhatian kepada saluran-saluran komunikasi informal, ia akan mengetahui
kepentingan dan perhatian personil serta sikap mereka terhadap organisasi dan
masalah-masalahnya, lagi pula komunikasi informal itu membawa kepada putusan-putusan
yang dibuat di antara orang-orang pada tahap organisasi yang sama.
Dalam kegitan suatu organisasi
atau lembaga khusunya dalam hal pengelolaan pendidikan tentunya tidak terlepas
dengan komunikasi. Oleh sebab itu suatu manajemen pendidikan akan berhasil
apabilla terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan
harapan, di mana gagasan-gagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara
komunikator dengan komunikan, sehingga terjadi pemahaman tentang informasi atau
segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada
kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat.
Tugas dan fungsi manajer adalah
melaksanakn fungsi-fungsi manajemen, yaitu merencanakan seluruh program kerja
lembaga pendidikan secara konseptual. Kunci dasar dari visi dan misi serta
penjabarannya perlu diorganisasikan dengan matang agar seluruh manajer dan
bawahannya dapat melakukan hubungan kerja sama yang sinergis dan mapu
melaksanakan secara praktis hingga pada hal yang bersifat teknis. ( Hikmat,
2009: 51)
Berdasarkan hal tersebut, bahwa
tujuan dari suatu organisasi atau instansi tentunya dapat tercapai secara
optimal apabila proses komunikasinya imbal tanpa adanya suatu hambatan,
walaupun ada hambatan, maka komunikator dan komunikan harus dengan cermat
segera mengatasi permasalahan yang menyebabkan terjadi suatu hambatan, sehingga
proses komunikasi dapat berlangsung.
Dalam prosesnya komunikasi itu
terbagai dalam 2 macam komunikasi, yaitu komunikasi aktif dan komunikasi pasif.
Komunikasi aktif merupakan suatu proses komunikasi yang berlangsung dengan
aktif antara komunikator dengan komunikan, di manan antara keduanya sama-sama
aktif berkomunikasi, sehingga terjadi imbale balik di antara keduanya.
Sedangkan komunikasi pasif terjadi di mana komunikator menyampaikan informasi
atau ide terhadap halayaknya atau komunikan sebagai penerima informasi, akan
tetapi komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respon atau imbale
balik dari proses komunikasi.
Tugas dan fungsi manajer adalah
melaksanakn fungsi-fungsi manajemen, yaitu merencanakan seluruh program kerja
lembaga pendidikan secara konseptual. Kunci dasar dari visi dan misi serta
penjabarannya perlu diorganisasikan dengan matang agar seluruh manajer dan
bawahannya dapat melakukan hubungan kerja sama yang sinergis dan mapu
melaksanakan secara praktis hingga pada hal yang bersifat teknis. ( Hikmat,
2009: 51)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Komunikasi ialah proses
menyalurkan informasi, ide, penjeleasan, perasaan, pertanyaan dari orang ke
orang lain atau dari kelompok ke kelompok. Ia adalah proses interaksi antara
orang-orang atau kelompok-kelompok yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku
orang-orang dan kelompok-kelompok di dalam suatu.
Komunikasi merupakan suatu yang
sangat pokok yang dalam prosesnya ada tujuan komunikasi, yaitu :
1. Menentapkan
dan menyebarkan maksud dari pada suatu usaha.
2.
Mengembangkan
rencana-rencana untuk mencapai tujuan.
3.
Mengorganisasikan
sumber-sumber daya manusia dan sumber daya lainnya seperti efektif dan efisien.
4.
Memilih,
mengembangkan, menilai anggota organisasi.
5. Memimpin,
mengarahkan, memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja di mana setiap orang
mau memberikan kontribusi.
Di samping tujuan tersebut,
unsur-unsur komunikasi meliputi ; harus ada suatu sumber, harus ada suatu
maksud atau tujuan, adanya suatu berita atau informasi, harus ada suatu saluran
atau media komunikasi, dan harus ada penerima berita.
Sesuai dengan tujuannya bahwa
terjadinya komunikasi mempunyai beberapa fungsi, antara lain : fungsi
informasi, fungsi komando akan perintah, fungsi mempengaruhi dan penyaluran,
dan fungsi integrasi.
Proses komunikasi dalam
organisasi atau lembaga itu bisa terjadi secara formal maupun secara informal.
Satu saluran komunikasi formal tertentu atau lebih ke dan dari setiap personal
atau anggota adalah perlu. Saluran-saluran itu hendaknya perlu dipahami oleh
setiap anggota. Garis-garis komunikasi hendaknya dibuat sependek dan selangsung
mungkin. Hendaknya mungkin bagi semua anggota untuk bertindak sebagai sumber
komunikasi maupun sebagai penerima.
Sistem komunikasi informal
menyalurkan informasi dan pikiran-pikiran penting yang tak terpikirkan orang
untuk disalurkan secara formal, memupuk ikatan dan persahabatan yang membantu
bagi hubungan-hubungan insani yang baik.
Proses komunikasi akan efektif
apabila komunikator melakukan perananya, sehingga terjadinya suatu proses
komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan, di mana gagasan-gagasan atau
ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan, dan
terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari
pembahasan untuk mengarah pada kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat.
Selanjutnya bahwa dalam proses komunikasi terbagai dalam dua macam, yang
meliputi komunikasi aktif dan komunikasi pasif.
B.
Saran-Saran
Berdasarkan pada uraian tersebut,
maka penulis menyampaikan saran-saran yang berkaitan dengan proses komunikasi
dalam manajemen pendidikan sebagai berikut:
1. Komunikator
hendaknya memiliki kemampuan dalam proses penyampaian informasi, dan
menggunakan saluran atau alat bantu komunikasi sesuai dengan kebutuhan,
sehingga dapat efektif dan efisien.
2. Komunikan
hendaknya mememahi keberadaannya sebagai penerima pesan atau informasi.
DAFTAR PUSTAKA
Binner Ambarita & Paningkat Siburan, Manajemen Pendidikan dan Komunikasi, (Bandung: Alfabeta, 2013)
Hikmat, Manajemen Pendidikan, (Bandung:Pustaka
Setia, 2009)
Maman
Ukas, Manajemen Konsep, Prinsip, dan Aplikasi, (Bandung : Ossa Promo, 1999)
Marsetio
Donosepoetro, Manajemen dalam Pengertian dan Pendidikan Berpikir,
(Surabaya : 1982)
Miftah Thoha, Kepemimpinan dalam
Manajemen: Suatu Pendekatan Prilaku, (Jakarta: Raja Grapindo Persada, 1995)
Oten
Stuisna, Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional,
(Bandung : Angkasa, 1983)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar